Artha Teknik

Request Quotation

Thermal Oil Heater (pemanas minyak termal) bekerja dengan memanaskan fluida minyak termal sebagai media perpindahan panas, bukan air/uap seperti boiler. Berikut penjelasan cara kerjanya secara ringkas dan bertahap:


Prinsip Dasar

Thermal oil heater memanaskan thermal oil hingga suhu tinggi (±150–350 °C, bahkan bisa lebih) tanpa tekanan tinggi, lalu panas tersebut dialirkan ke peralatan proses.


Cara Kerja Thermal Oil Heater

Thermal Oil Heater

  1. Pemanasan Awal

    • Burner (menggunakan solar, gas, atau listrik) menghasilkan panas.

    • Panas ini memanaskan pipa/coil yang berisi thermal oil.

  2. Sirkulasi Minyak

    • Pompa sirkulasi mengalirkan thermal oil panas ke sistem (heat exchanger, reaktor, oven, dll).

    • Minyak mengalir secara tertutup (closed loop).

  3. Transfer Panas

    • Di peralatan proses, thermal oil melepaskan panasnya ke produk/proses.

    • Suhu proses dikontrol sesuai kebutuhan.

  4. Kembali ke Heater

    • Thermal oil yang sudah turun suhunya kembali ke thermal oil heater.

    • Minyak dipanaskan kembali dan siklus berulang.


Komponen Utama

  • Burner → sumber panas

  • Coil / pipa pemanas → tempat pemanasan minyak

  • Pompa sirkulasi → mengalirkan thermal oil

  • Expansion tank → menampung pemuaian minyak

  • Control panel → pengatur suhu & keselamatan

  • Cerobong → pembuangan gas pembakaran


Keunggulan Thermal Oil Heater

  • Suhu tinggi tanpa tekanan tinggi

  • Lebih aman dibanding boiler uap

  • Efisiensi panas tinggi

  • Kontrol suhu stabil

  • Biaya perawatan relatif lebih rendah


Aplikasi Umum

  • Industri makanan & minuman

  • Kimia & petrokimia

  • Tekstil

  • Plastik & karet

  • Aspal & hot oil system

WA